VIVAnews - Kepala Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Suwandono mengatakan, Nurhamdi Irawan Pulungan, tersangka dalam kasus pembobolan akun Facebook Hajriyanto Thohari kerap meminta pulsa pada sejumlah teman dalam akun milik Wakil Ketua MPR tersebut.
"Setelah membobol akun, tersangka seolah-olah sebagai korban, meminta pulsa kepada kontak yang ada di akun korban. Ada yang (diminta pulsa) Rp1 juta, Rp800 ribu, macam-macam," ujar Edy saat dihubungi Kamis 26 Desember 2013.
Cara pria berusia 29 tahun itu meminta pulsa, melalui menu pesan masuk yang tersedia dalam akun Facebook tersebut. Tak hanya itu, pesan yang dikirimkan itu pun meminta agar pulsa tersebut dikirimkan ke nomor ponsel milik pelaku.
Awalnya, lanjut Edy, orang-orang yang mengirimkan pulsa dalam jumlah besar itu tak keberatan. Namun, semakin lama, mereka pun merasa ada aneh.
"Tersangka selalu berganti-ganti nomor. Inilah yang membuat orang-orang ini curiga," kata Edy.
Tak hanya itu, mereka juga kerap melayangkan 'protes' pada Thohari. Menerima segala bentuk komentar dari teman-temannya itu, Thohari yang merasa tak minta dikirimkan pulsa pun langsung ambil tindakan.
"Dia langsung melaporkan kejadian itu pada kami dan segera kami tindaklanjuti."
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah atau total kerugian dari orang-orang yang dimintai pulsa oleh tersangka. Hingga kini, pihaknya masih mendalami keterangan tersangka.
"Nanti akan kami buktikan dari digital forensik. Kalau hanya berdasarkan pengakuan bisa saja dia mengelak. Ini juga pengakua dia hanya coba-coba dan nanti kami dalami juga apakah memang dia punya keahlian dalam IT atau memang (benar) coba-coba," ujar Edy. (adi)
(INFO BARU)PIK-R MARS SMPN 1 PARIAMAN
Sabtu, 11 Januari 2014
Jumat, 10 Januari 2014
SITUS RESMI DPRD SUMBAR KEBOBOL...
Tampilan halaman bagian depan situs resmi DPRD Sumbar dengan alamat http://dprd-sumbarprov.go.id kembali diubah Hacker. Kali ini tampilan laman depan situs tersebut tidak lagi menampilkan gambar wanita dan beberapa postingan kalimat namun hanya menampilkan layar biru dengan isi postingan Attention, This site Got Hacked by Raka Paksi. Please, Come Back soon, thank's to : Matthews, Haji Muhiding, Raka paksi, Mdn Newbie, Kmz Nonymous R1p code, Mr-Toyink, Gabby, Bayu, Santoso, Debx Cai, Mr Doel, Gober, Sultan Haikal, And You Code-newbie. Walau demikian hingga berita ini diturunkan Tim IT Website http://dprd-sumbarprov.go.id belum mengambil tindakan untuk mengembalikan kondisi situs seperti sediakala.
Dikatakan Erdi Janur, Kabag Humas DPRD Sumbar, hingga saat ini memang belum ada tindakan dari Tim IT kita. Namun demikian, kita dari bagian kehumasan sudah meminta penanganan cepat agar kondisi ini tidak terus berlarut, "diharapkan beberapa jam atau hingga besok, situs bisa kembali normal," tuturnya, Selasa (7/1).
Sementara itu, Ade Prima Suhendri, Koordinator IT Padangtoday.com menyebutkan, apa yang dilakukan para Hacker itu hanya meretas dan merubah bentuk tampilan laman depan situs saja, atau dengan istilah mendefacing situs dengan artian kegiatan Hacking web atau program application yang hanya memfokuskan target operasi (retasan) pada perubahan tampilan dan konfigurasi fisik dari web atau program aplikasi tanpa melalui source code program tersebut.
"Tekhnik yang digunakan oleh para peretas situs DPRD Sumbar ini adalah dengan hanya membaca Source Code program aplikasinya saja yang dapat mengganti Image dan Editing Html," Terang Ade.
Ditambahkan Ade, agar kondisi ini tidak berlarut, dan para peretas tidak masuk jauh kedalam sistem termasuk database, maka Tim IT DPRD Sumbar harus sesegera mungkin menangani ini, jika tidak, kemungkinan besar para peretas ini akan mencoba membobol sistem yang lebih rumit. Sedangkan untuk keamanan dimasa yang akan datang, maka mau tidak mau Tim harus me-reset ulang server dan mengganti DNS Server yang ada saat ini," imbuh Ade. (*)
Dikatakan Erdi Janur, Kabag Humas DPRD Sumbar, hingga saat ini memang belum ada tindakan dari Tim IT kita. Namun demikian, kita dari bagian kehumasan sudah meminta penanganan cepat agar kondisi ini tidak terus berlarut, "diharapkan beberapa jam atau hingga besok, situs bisa kembali normal," tuturnya, Selasa (7/1).
Sementara itu, Ade Prima Suhendri, Koordinator IT Padangtoday.com menyebutkan, apa yang dilakukan para Hacker itu hanya meretas dan merubah bentuk tampilan laman depan situs saja, atau dengan istilah mendefacing situs dengan artian kegiatan Hacking web atau program application yang hanya memfokuskan target operasi (retasan) pada perubahan tampilan dan konfigurasi fisik dari web atau program aplikasi tanpa melalui source code program tersebut.
"Tekhnik yang digunakan oleh para peretas situs DPRD Sumbar ini adalah dengan hanya membaca Source Code program aplikasinya saja yang dapat mengganti Image dan Editing Html," Terang Ade.
Ditambahkan Ade, agar kondisi ini tidak berlarut, dan para peretas tidak masuk jauh kedalam sistem termasuk database, maka Tim IT DPRD Sumbar harus sesegera mungkin menangani ini, jika tidak, kemungkinan besar para peretas ini akan mencoba membobol sistem yang lebih rumit. Sedangkan untuk keamanan dimasa yang akan datang, maka mau tidak mau Tim harus me-reset ulang server dan mengganti DNS Server yang ada saat ini," imbuh Ade. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)

